Rabu, 28 Januari 2009

struggling

Perjuangan, ya perlu perjuangan untuk tetap bisa bertahan di tengah-tengah kehidupan yang semakin penuh dengan kebutuhan ini.
we must do something to struggling our live's journey. Di tengah kesibukan dan hiruk pikuknya roda perekonomian yang trus tumbuh dan berkembang, dengan di iringi sumber daya manuasia yang semakin melimpah, dari mereka yang berdatangan dari daerah, menuju ke Batam yang katanya gudangnya mencari tempat kerja dan meraih kehidupan yang lebih baik.
Apa itu betul? ya mungkin iya buat mereka yang beruntuk setelah mengadu nasib di batam, tp tidak bagi mereka yang kurang beruntung dan masih belum berujung hasil perjuangannya untuk mendapatkan apa yang dia impikan dan inginkan sewaktu berangkat dari kamung sana???

tidak usah jauh-jauh kita lihat, tak jauh dari rumah kami, ya tetangga kami sendiri masih banyak yang belum bernasib baik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, untuk memenuhi kebutuhan perut dan sekitarnya.
hidup memang perlu perjuangan dan pengorbanan yang di barengi dengan doa-doa yang tulus dan ikhlas memohon kehadirat Rabb, yang menguasai segala yang manuasia tak miliki.
coba kita bayangkan apabila itu menimpa kita? apakah kita sangggup.
kita seperti sekarang bukkannya tidak melalui tahapan-tahapan yang harus kita lewati dan harus kita hadapi.
hidup memang sulit kalo kita berpikirnya sulit, hidup akan mudah dan indah klo kita hadapi dengan ikhlas dan saling membantu.
dengan pendapatan yang bisa di bilang pas-pasan buat menyambung hidup, dengan 2 orang anak yang yang keduanya sekolah, dengan istri yang full time mother alias ibu rumah tangga tho'. habis gajian belum sampai gajian lagi sudah habis....ya itu bukan satu keluarga, tapi puluhan mungkin bahkan ratusan keluarga di batam yang seperti itu, jadi istilah gali lubang dan tutup lubang adalah suatu kebiasaan dan harus mereka lakukan untuk tetap bisa bertahan.
ya kemauan dan keinginan yang bisa merubah hidup mereka, keinginan untuk lebih maju dan mau lebih keras lagi bekerja.
seiring dengan krisis global yang melanda dunia, batam pun tak luput dari imbasnya.
perusahaan elektronik di batam satu persatu sudah mulai memutuskan kotrak dengan pekerjanya, dan bahkan ada yang mem-PHK dan trus menutup pabriknya karena kekurangan order, jadi kebijakan harus di ambil.
hampir di setiap koran terbitan lokal, berita tentang dampak krisis global tak pernah absen, dalam pemberitaan sehari-hari.
miris juga hati ini membacanya, jangan-jangan? jadi tanda tanya besar buat saya? apakah perusahaan saya bekerja kita akan kuat bertahan dan terus akan mendapatkan proyek, di tengah-tengan menurunnya harga minyak dunia, dan di tundanya beberapa ekplorasi dan expansi sumur-sumur minyak di negara-negara penghasil minyak?
saya bersyukur samapai saat ini perusahaan tempat saya mencari nafkah masih mampu mendapatkan proyek dan roda peruhaan masih terus bergulir, untuk memberikan pundi-pundi uang para pekerjanya.
tapi bagaimana dengan mereka yang terkena phk atau di rumahkan?
akan makan apa keluraga mereka? uang pesangon? akan bertahan berapa lama, di tengah sulitnya mencari pekerjaan baru, bagi mereka yang tidak punya ke ahlian kusus.
keluarga harus di kasih makan, rumah sewa harus di bayar, anak sekolah harus di bayar dan segala tetek bengek kebutuhan lain-lain yang harus di penuhi dan tak bisa di tunda keharusannya.
ya sulit, memang sulit....tp harus bagaimana?? ya berjuang teruslah berjuang, tp kemana? harus di alamatkan surat lamaran kerja ini?....
saya juga bingung kalo di tanya tetangga seperti itu, bukannya kita tak mau bantu, tp bidang yang dia bisai tidak sesuai dengan apa yang bisa saya berikan, so who is wrong???
saya juga tidak tau siapa, karena saya juga bingung?????

Tidak ada komentar:

Posting Komentar